Breaking News

Tampilkan postingan dengan label liputan berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label liputan berita. Tampilkan semua postingan

Selasa, 14 Juni 2016

Berita Ahok Terkini : Soal Razia Warteg Di Serang, Ahok Tanya ‘Memangnya Semua Orang Muslim Puasa ?’

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)
HargaTop.com – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) nampak enggan ketika diminta berkomentar tentang peraturan daerah (perda)di Serang yang melarang tempat makan buka pada siang hari selama bulan puasa Ramadan 1437 Hijriah. Dirinya hanya memastikan tidak mengeluarkan perda seperti itu di Jakarta.
“Kamu tanya Mendagri, cabut perdanya,” tutur Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (13/6/2016).
Selanjutnya, Ahok memastikan bahwa perda yang serupa tidak ada di Provinsi DKI Jakarta. Dengan demikian, Satpol PP tidak berhak melakukan razia terhadap tempat makan yang tetap buka di siang hari selama bulan puasa Ramadhan.
“Enggak ada (perda seperti itu di Jakarta). Saya mau tanya, memangnya semua orang Muslim puasa? Perempuan kalau lagi datang bulan memang puasa?” ujar Ahok.
Peristiwa razia yang dilakukan Satpol PP terhadap seorang ibu pemilik warung makan (warteg) bernama Saeni (53) di Serang, Banten, yang awalnya disiarkan Kompas TV, menjadi viral. Miris melihat ibu Eni menangis sedih karena makanannya disita membuat netizen menggelar aksi sosial menggalang dana untuk membantunya.
Tanpa diduga, penggalangan dana netizen tersebut akhirnya berhasil mengumpulkan uang lebih dari Rp 265 juta. Selain itu, kejadian ini pun menyita perhatian Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo hingga Presiden Joko Widodo (Jokowi) hingga keduanya turut mengulurkan tangan untuk membantu Saeni.

Kamis, 31 Maret 2016

`Hidup Selalu Bukan Soal Cinta` di Papua Berkisah dan mempublikasi




Evaline Maria Tibul adalah gadis berdarah Papua yang lahir dan besar di Jakarta. Walau hidup sederhana dengan upah tak seberapa sebagai petugas kasir sebuah minimarket, Eva amat menikmati hidup di Jakarta. Gaya hidup dan cara bicara Eva pun tak beda dengan anak-anak muda ibukota lainnya. Ngobrol dengan bahasa gaul, men-smoothing rambut kribonya, dan menjadi pendukung setia Persija adalah sebagian cara Eva untuk menjadi bagian dari kota metropolitan itu.

Eva bergabung dengan Jakmania bukan karena dia gila sepakbola. Bagi Eva, menjadi anggota Jakmania adalah identitasnya sebagai anak Jakarta.

Tak heran, Eva menolak habis-habisan ketika Saulus Tibul, ayahnya, mengajak pulang ke Wamena, Papua. Alasannya, sepeninggal Lisa, ibu Eva yang belum lama meninggal karena penyakit demam berdarah, Saulus merasa kesepian dan rindu kampung halamannya. Eva tidak bisa membayangkan harus meninggalkan sahabat, pacar, dan pekerjaannya (ia baru saja dinobatkan sebagai Employee of The Month dan akan dipromosikan!). Lagipula, ia akan sangat merindukan hiruk-pikuknya Jakarta. Ya, meski berdarah Papua, bagi Eva Jakarta adalah tanah kelahirannya.

Tapi, tak mampu melawan kemauan keras Saulus, Eva terpaksa bersedia ikut pulang ke Papua. Saulus membawa Eva naik taksi miliknya ke Surabaya, lalu menitipkan kendaraan itu pada puteranya di sana. Dari pelabuhan Tanjung Perak, mereka berdua melanjutkan perjalanan dengan kapal laut menuju pelabuhan Jayapura.

Sepanjang perjalanan Jakarta-Jayapura, ayah dan anak ini berhadapan dengan bermacam-macam orang juga peristiwa, yang pasti jadi pelajaran berharga. Mulai dari berjumpa orang baik, orang jahat, bahkan orang jahat berkedok baik. Mulai dari ditipu orang sampai semua uang simpanan ludes, berkali-kali bertengkar lalu baikan ala ayah-anak, ketinggalan kapal di pelabuhan Nabire, sampai tersesat di kota tak dikenal.

Akankah semua rintangan itu mengokohkan lagi ikatan kasih sayang antara Saulus dan Eva yang sempat renggang, atau malah sebaliknya? Mungkinkah Saulus membatalkan niatnya menetap di Papua setelah tahu puterinya diam-diam punya rencana sendiri untuk kembali ke Jakarta?

Entah mengapa, saya merasa sedikit kesulitan menemukan novel bagus bertema keluarga di antara sekian banyak novel asmara yang membanjiri toko buku. Makanya, saya segera tertarik saat melihat sinopsis Papua Berkisah, di mana konflik orangtua-anak antara Saulus dan Eva tampak 'menjanjikan' keseruan serta keharuan.

Membaca Papua Berkisah, kita bisa melihat gap antara dua generasi, yang memang sering terjadi dalam kehidupan nyata. Saulus, yang menghabiskan masa remajanya di tanah Papua, prihatin betapa Eva sama sekali tidak tertarik untuk mengetahui akar budayanya yang kaya; membuat masakan Papua tak bisa, bahasa Papua pun tak paham. Sebaliknya, puterinya itu malah larut dalam budaya kota metropolitan masa kini, yang dianggapnya budaya instan dan kurang menghargai proses.

Anak muda zaman sekarang terlalu cepat menginginkan hubungan mereka berhasil, tanpa mau berusaha keras untuk memperbaiki bila salah satu pihak atau malah keduanya, melakukan kesalahan.

Orang zaman sekarang mudah sekali membuang barang. Rusak sedikit saja dibuang untuk kemudian membeli yang baru. Sementara, zaman Saulus muda dulu, orang terbiasa memperbaiki barang yang rusak. Saulus yakin sikap ini ada pengaruhnya terhadap cara orang zaman sekarang menyikapi hubungan asmara mereka.

Omong-omong soal Papua, satu hal yang pertama kali bikin saya tertarik sama buku ini adalah judulnya, yang menyebut salah satu propinsi di Indonesia bagian timur itu. Selama ini sudah banyak sekali novel yang "Jakarta-sentris", atau paling-paling bergeser sedikit ber-setting Bandung, Yogya atau Solo.

Menurut saya, kita butuh buku-buku dengan latar budaya lain yang berbeda dan menyegarkan. Maksud saya, halooo? Indonesia punya 34 propinsi lho. Tiap propinsi pastinya punya budaya unik yang belum tentu semua orang tahu. Entah saya yang kurang update sama novel-novel berlatar budaya atau memang masih belum banyak pengarang yang menggunakan latar budaya daerahnya dalam menulis.

Gempa di Malang Guncang Gunung Raung




Gempa berkekuatan 6,3 Skala Richter mengguncang Kabupaten Malang, 

Jawa Timur pada pukul 14.05 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melansir gempa berkedalaman 10 kilometer itu terjadi 150 km barat daya Kabupaten Malang.

Badan Penanggulangan dan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang telah memantau di wilayah terdekat lokasi gempa, untuk memastikan dampak yang ditimbulkan akibat gempa ini.

"Alhamdulillah, tidak ada kerusakan apa pun di wilayah terdekat titik gempa di kawasan Sendangbiru. Kami dan tim relawan di beberapa wilayah telah memantau kawasan sekitar," kata Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Kabupaten Malang Bagyo Setyono, Malang, Jawa Timur, Minggu (26/7/2015).

Bagyo mengatakan, pihaknya mendapat laporan guncangan akibat gempa dirasakan hingga di kawasan Gunung RaungGunung Raung. Kendati, gempa yang berada di 122,54 kilometer dari Pantai Sendangbiru, Sumbermanjing Wetan, Malang ini diyakini tidak mengakibatkan tsunami.

"Dari informasi yang saya dapat tidak ada potensi tsunami," tutur dia.

BPBD Kabupaten Malang bersama tim relawan di kawasan sekitar titik lokasi gempa, akan terus memantau pascagempa melalui komunikas radio. Tujuannya, memastikan tidak ada kerusakan yang ditimbulkan.

"Kami tetap berkomunikasi melalui radio dan telepon dengan relawan untuk memastikan bahwa benar-benar tidak ada kerusakan," pungkas Bagyo.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan, gempa berkekuatan 6,3 skala Richter mengguncang Kabupaten Malang, Jawa Timur pada pukul 14.05 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melansir gempa berkedalaman 10 kilometer di Samudera Hindia itu terjadi di 150 km barat daya Kabupaten Malang.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, titik gempa tersebut dikelilingi 4 kota besar, yakni di 150 km Barat Daya Kabupaten Malang, 163 km Tenggara Kabupaten Blitar, 168 km Barat Daya Lumajang, dan 253 km Barat Daya Surabaya.

Gempa juga melanda Ciamis, Jawa Barat pada Sabtu kemarin 25 Juli 2015. Gempa berkekuatan 5,7 skala Richter ini terjadi pukul 04:44:39 WIB. Pusat gempa ada di 10 km atau 111 km Tenggara Ciamis, Jawa Barat.

Gempa ini juga dirasakan hingga ke 15 kota lainnya di Pulau Jawa, di antaranya Tasikmalaya, Kota Ciamis, Cilacap, Kebumen, Purworejo, Purbalingga, Kota Yogyakarta, Gunungkidul, Bantul, Prambanan Klaten, Solo, Magelang, Wonogiri, Pacitan, dan Ponorogo. (Rmn/Ans)






DPR Papua Tolak Pembangunan Mako Brimob di Wamena



 Jayapura - DPR Papua menolak pembangunan Markas Komando (Mako) Brimob di Wamena, Kabupaten Jayawijaya. Ketua DPRP Yunus Wonda mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan membawa surat penolakan tersebut kepada Presiden Joko Widodo. 

"Belum saatnya kita membicarakan pembangunan Mako Brimob di Wamena. Sebab kami tahu persis permasalahan yang akan terjadi setelah Mako ini terbentuk. Sehingga kami dengan tegas menolak pembangunan markas Brimob di Wamena," kata Yunus, Jayapura, Selasa (27/1/2015)

Apalagi selama ini pendekatan aparat keamanan kepada masyarakat Papua sudah keliru. "Aparat selalu menilai kami negatif dan masyarakat terus dalam keadaan tertekan oleh kehadiran aparat," ucap dia. 

Penolakan Mako Brimob di Wamena juga ditolak oleh sekitar 100 perwakilan mahasiswa, pemuda dan masyarakat Jayawijaya. Massa berunjukrasa di Kantor DPR Papua siang kemarin. 

Dalam unjuk rasa tersebut massa membentangkan 2 spanduk besar yang isinya penolakan pembangunan Mako Brimob tersebut. 

"Pembangunan Mako Brimob tidak menjamin tidak terjadinya lagi penyiksaan, pembantaian, sebab kebanyakan aparat yang bertugas di Papua tidak mengetahui adat dan budaya masyarakat setempat," kata Vero Hubi, salah satu pendemo. (Rmn)

Jokowi: Anak Muda Papua Pinter-pinter, Sering Menang Olimpiade


Setelah selesai menghadiri KTT ASEAN-AS, Presiden Joko Widodo menyempatkan bertemu dengan mahasiswa Papua di Miramonte, Indian Wells California, Selasa 16 Februari 2016. 

Mereka berasal dari berbagai kabupaten di Provinsi Papua dan mendapatkan beasiswa penuh dari Pemerintah Provinsi Papua untuk kuliah di California State University.
Ketika bertemu mahasiswa Papua tersebut,Jokowi menyampaikan apresiasi pada anak-anak muda Papua yang telah bekerja keras dan penuh semangat menempuh pendidikan tinggi di Amerika Serikat. 

"Anak-anak muda Papua pinter-pinter. Bahkan dalam Olimpiade sering menang", ujar Jokowi seperti dikutip dari siaran pers Tim Komunikasi Kepresidenan, Rabu (17/2/2016).

Jokowi berharap agar mahasiswa Papua di California belajar dengan baik, menimba ilmu dan pengalaman selama di Amerika Serikat. Jokowi berpesan, setelah mereka lulus agar kembali membangun tanah Papua.


Selasa, 22 Maret 2016

Hari pertama, Kapolda Metro baru digempur demo brutal sopir taksi


Merdeka.com -  Irjen Pol Moechgiyarto telah resmi menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya menggantikan Irjen Pol Tito Karnavian yang diangkat menjadi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Kemarin, adalah hari pertama Irjen Pol Moechgiyarto bertugas sebagai Kapolda Metro Jaya.

Namun, di hari pertamanya, jenderal polisi bintang dua itu justru direpotkan dengan demo anarkis para sopir taksi. Seperti diketahui, kemarin ribuan sopir taksi bersama sopir Bajaj BBG dan angkutan umum menggelar demonstrasi menolak keberadaan angkutan umum berbasis aplikasi atau online.

Dalam aksinya, para sopir taksi itu melakukan sejumlah tindakan anarkis. Mereka melakukan sweeping taksi yang tak ikut demo. Parahnya, mereka merusak taksi-taksi tersebut.

Tak cuma itu, mereka juga melakukan sweeping kendaraan yang menjadi angkutan berbasis online. Namun, bukan taksi berbasis online yang didapati, justru ojek online GO-JEK yang mereka temui.

Tak cuma dihentikan, driver GO-JEK yang terjaring sweeping mereka bahkan dipukuli. Hal ini lantas memunculkan aksi balasan dari para driver GO-JEK yang lantas membalas dengan mensweeping taksi. Bahkan, sempat terjadi bentrok antara mereka. Sekitar 83 orang diamankan polisi.

Saat peristiwa ini terjadi, Kapolda Metro Jaya baru, Irjen Moechgiyarto, sedang melakukan serah terima jabatan di Mapolda Jawa Barat. Mendapat kabar ada demo besar di Jakarta, sang jenderal usai acara langsung buru-buru terbang ke Jakarta menggunakan helikopter.

Setibanya di Jakarta, dia langsung menuju depan Gedung DPR, salah satu lokasi demo para sopir. Di hadapan massa, Irjen Moechgiyarto meminta mereka tak bertindak anarkis dan menjaga situasi ibu kota tetap terkendali. Dia mengancam akan menindak tegas demonstran yang anarkis.

"Jangan emosional. Nanti akan jadi pelanggaran hukum. Mau tidak mau, suka tidak suka saya tindak tegas," katanya di depan ratusan pendemo, Jakarta, Selasa (22/3).

Kapolda meminta sopir taksi bersabar menunggu keputusan pemerintah terkait polemik kehadiran transportasi online. "Mudah-mudahan ada keputusan dari Kemenkominfo, jadi Anda perlu bersabar. Mari jaga kondisi dengan baik," kata Kapolda.

Irjen Moechgiyarto mengimbau para sopir taksi beraplikasi online seperti Uber dan Grab tidak beroperasi untuk sementara waktu. Hal ini untuk mencegah adanya aksi anarkis dari para demonstran.

Dia tak memberi tahu pasti sampai kapan imbauan Grab dan Uber tak beroperasi. Dia hanya ingin tak terjadi konflik antara sopir angkutan konvensional dan online.

"Ini imbauan bukan perintah. Mohon menahan diri agar tidak terjadi konflik," katanya.

Tak cuma itu, Kapolda juga membantah kecolongan terkait aksi anarkis tersebut. "Bukan kecolongan, jadi mereka memang tidak bersepakat dengan baik. Di titik awal saja mereka sudah brutal, tidak sesuai komitmen," ujarnya di Mapolda Metro Jaya, Selasa malam.

Kapolda mengaku pihaknya berhasil mengantisipasi aksi anarkis tersebut hingga tak meluas. Pihaknya juga akan terus bersiaga melakukan pengamanan.

"Sekarang sudah aman. Kita tetap siaga terus sampai saat ini, buktinya antisipasi dengan baik, buktinya mereka sudah tertib kembali dan kita sudah amankan 83 orang dan saat ini sedang dilakukan pemeriksaan," ujarnya.

Sementara, soal kabar para sopir taksi akan kembali menggelar demo lanjutan hingga tuntutan mereka dikabulkan pemerintah, Irjen Moechgiyarto menyatakan hingga malam tadi belum ada surat permintaan izin demo yang dilayangkan.

Dia mengaku akan menindak tegas para sopir jika kembali melakukan demo tanpa ada izin.

"Melanggar dia, kan tidak ada izinnya. Kan izinnya hari ini sudah selesai, jadi kalau dia mau melakukan demo lagi maka dia perlu melakukan izin," kata Moechgiyarto.

"Saya tindak tegas, akan saya bubarkan kalau liar begitu," tambahnya.

Dia juga memastikan situasi sudah kembali pulih. Sudah tidak ada lagi gesekan antara sopir angkutan konvensional dengan online.

"Iya aman. Saya merasakan sampai saat ini sudah aman. Aksi tadi jam tiga sudah berlangsung pulih. Kemudian jam empat sudah selesai," kata Kapolda.

Berita Hari Ini : Demo Sopir Taksi 22 Maret 2016 Di Jakarta Di Warnai Aksi Sweeping


HargaTop.com – Demo sopir taksi di Jakarta pagi hari ini, Selasa 22 Maret 2016, diwarnai aksi sweeping. Kejadian ‘razia’ antar sopir taxi terjadi di Jalan Gatot Subroto sekitar pukul 08.35 WIB.
Demonstrasi hari ini dilakukan para sopir taksi karena merasa belum ada titik temu terkait tuntutan mereka untuk membekukan penyedia jasa transportasi online seperti Grab dan Uber. Penggunaan kendaraan plat hitam sebagai angkutan umum dinilai melanggar Undang-undang Lalu Lintas nomor 2 tahun 2009 tentang Angkutan Umum dan Jalan Raya.Sayangnya, aksi demo tersebut diwarnai dengan sweeping atau razia terhadap sopir taksi yang tetap membawa penumpang pagi ini. Salah satu kejadian terjadi di Jalan Gatot Subroto sekitar 300 meter sebelum halte Trans Jakarta Tegal Parang.

Popular Posts