Breaking News

Tampilkan postingan dengan label Pendidikan papua. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan papua. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 Mei 2016

Maaf, 43 Siswa SD di Distrik jalengga dan Bolakme Gagal Ikut UN Tahun Ini

                Bukan hanya anak-anak yang mengikuti ujian, soal UN SD 2016 juga bikin orang tua panik.
Sebanyak 43 siswa sekolah dasar (SD) di Distrik Bolakme, Kabupaten Jayawijaya, Papua, dipastikan tak ikut ujian nasional (UN) tahun ini. Hal itu disebabkan tak ada kegiatan belajar mengajar di sekolah itu sejak setahun terakhir. 

"Ke-43 anak tidak bisa ikut ujian sekolah tahun ini dan baru kami daftarkan tahun depan," kata Ketua Panitia Pelaksana Ujian Nasional Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Jayawijaya Yohanis Lobya saat dihubungi lewat telepon selularnya, Senin (16/5/2016). 

Saat ini, di Kabupaten Jayawijaya tercatat 2.195 peserta ujian sekolah dan 236 orang peserta ujian Paket A. "Kami pastikan tak ada lagi sekolah yang beralasan tak menerima soal ujian, sebab distribusi soal ujian sudah dilakukan sejak kemarin," ucap dia. 

Sementara itu, pantauan di Kota Jayapura terdapat 5300-an lebih siswa SD yang mengikuti ujian sekolah. Meski ujian SD diundur sehari, hal itu tak mengubah jadwal mata pelajaran yang diujikan.

"Ujian mata pelajaran tetap sesuai jadwal, hari Selasa mata pelajaran Matematika, sedangkan hari Rabu mata pelajaran IPA. Untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia yang diujikan Senin dipindahkan ke hari Kamis," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Jayapura, I Wayan Mudiyasa.

Pengunduran hari ujian, kata Wayan, tidak akan membuka peluang bagi anak-anak untuk menyontek kunci jawaban. Ia menerangkan soal ujian dibuat dalam banyak paket yang berbeda-beda sehingga tidak ada peluang untuk saling menyontek.

Selain itu, kata Wayan, 75 persen soal ujian dibuat di provinsi masing-masing dan 25 persen adalah soal yang dibuat di pusat. 

"Meskipun Papua baru akan mengerjakan soal ujian Bahasa Indonesia hari Kamis 19 Mei dan propinsi lain di Indonesia mengerjakannya hari Senin 16 Mei, siswa tetap tidak bisa saling membagi kunci jawaban karena soal ujian Bahasa Indonesia di Papua berbeda dengan provinsi lainnya," jelas Wayan. 

Ujian nasional SD di tanah Papua diundur sehari dari jadwal yang telah ditentukan oleh pemerintah pusat. Ini dikarenakan libur fakultatif yang dilaksanakan Pemprov Papua, yakni untuk memperingati hari Pantekosta II di tanah Papua.

Kamis, 24 Maret 2016

PUTRI PAPUA MENITI PENDIDIKAN

Salomina Wandikbo Meniti Perjuangan Putri Papua Meniti Pendidikan


Liputan6.com,m, Wamena: Cita-cita perjuangan para pemuda dulu untuk meraih hidup yang lebih baik belum sepenuhnya terwujud. Ini terutama dirasakan masyarakat di daerah tertinggal seperti di Papua. Di mana anak-anak sekolah harus berjuang keras bahkan untuk mendapatkan pendidikan.


Adalah Salomina. Siswa kelas tiga SMA Negeri 1 Asologaima, Wamena, Papua ini harus menyusuri sungai dengan sepotong kayu untuk ke sekolah. Butuh waktu dua jam untuk sampai ke sekolahnya. Dia selalu pergi ke sekolah pukul 04.00 WIT. Hujan dan banjir tak menghalanginya sekolah.
Sungai baru satu masalah. SMA Negeri 1 Asologaima pun minim guru. Belajar di rumah juga terkendala. Desa tempat Salomina tinggal belum ada listrik sama sekali. Jadilah Salo belajar hanya dengan bantuan pelita. Namun Salomina masih menyimpan cita-cita. Ia ingin kuliah dan menjadi dokter. Cita-cita yang juga menjadi keinginan ayah Salomina, salah satu kepala suku di kampung mereka.
Inilah potret perjuangan di abad milenium. Di tengah hiruk pikuk Hari Kebangkitan Nasional di Ibu Kota, nun jauh di pelosok sana, semangat kebangkitan itu melekat dalam keseharian. Tekad dan doa telah menjadi bekal menuju masa depan

Popular Posts